Terkuak, Ini Alasan Jalan Tol Terbuat Dari Aspal Dan Beton. Untuk Menekan Anggaran?

Terkuak, Ini Alasan Jalan Tol Terbuat Dari Aspal Dan Beton. Untuk Menekan Anggaran?

Material pembangunan jalan tol biasanya terbuat berasal dari aspal dan beton. Lantas, apa alasan di balik paduan material tersebut? Yuk, ketahui jawabannya di sini

Pemilihan bahan basic proyek jalan tol biasanya memakai aspal dan beton.

Adapun perbandingan jalan aspal dan beton terdapat pada campuran yang digunakan.

Jika jalan aspal terbuat berasal dari adukan aspal, maka jalan beton terbuat berasal dari campuran material beton.

Hampir beberapa jalan tol di Indonesia memakai dua material ini bersama dengan sejumlah pertimbangan.

Lalu, benarkah tersedia hubungannya perihal menghimpit anggaran? Jalan Beton Bikin Ban Cepat Aus, Ini Triknya Agar Ban Awet

Dwimawan Heru selaku Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) membeberkan alasannya.

Ternyata, apa yang dikemukakannya tidak tersedia hubungannya bersama dengan anggaran.

“Penentuan tipe perkerasan rigid (beton) atau fleksibel (aspal) didalam konstruksi jalan tol didasarkan pada rencana atas beban lalu lintas (traffic) yang akan dilayani oleh suatu jalan tol selama umur layanannya,” ujarnya kepada gridoto.com.

Kondisi Tanah di Area Jalan Tol menjadi Pertimbangan jasa pengaspalan jalan

Tak cuma itu, Dwimawan Heru terhitung mengungkapkan bahwa suasana tanah di area jalan bebas halangan terhitung turut serta menjadi aspek yang dipertimbangkan.

Itulah sebabnya beberapa wilayah jalan tol terbuat berasal dari aspal maupun beton.

“Penentuan material berdasarkan berasal dari suasana tanah di lebih kurang area jalan tol yang dibangun. Jika traffic yang dilayani tinggi, maka disarankan memakai tipe perkerasan beton,” lanjut Heru.

Selain itu, jalan beton terhitung sanggup dipakai pada susunan tanah apa pun tanpa wajib melakukan perbaikan susunan di awal pembangunan Jasa Pengaspalan Jakarta .

Sementara itu, keunggulan jalan bebas halangan berasal dari aspal yakni terjalin bersama dengan kenyamanan ketika dilintasi pengemudi, khususnya kendaraan bersama dengan bobot ringan.

Pasalnya, jalan aspal mempunyai susunan yang lebih halus dibandingkan beton.

Rancangan Perkerasan Jalan Harus Memenuhi Kriteria

Melansir kumparan.com, Djoko Murwono selaku dosen bidang transportasi UGM menjelaskan bahwa perancangan perkerasan lintasan, terhitung tol, wajib memenuhi bermacam kriteria.

Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut:

Menjamin tercapainya tingkat sarana jalan selama umur pelayanan
Mempunyai life cycle cost (total cost yang dikeluarkan selama umur rencana) yang minimum
Mempertimbangkan kemudahan waktu pelaksanaan dan pemeliharaan
Menggunakan material yang efektif dan memakai material lokal semaksimum mungkin
Mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan
Mempertimbangkan kelestarian lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published.